Jumat, 04 Juni 2010

Bangkitnya Ekonomi Nusantara: Pembentukan VOC

A. Pendahuluan
Hubungan yang terjadi antara kerajaan-kerajaan yang berada di Nusantara tak pelak membuat terciptanya hubungan sosio-kultural, ekonomi, dan lainnya yang sangat erat dan secar tidak sadar membentuk suatu kesatuan secara keseluruhan di Nusantara . Hubungan ini tentu terjadi karena komunikasi yng sudah sangat efektif di masanya dalam menggunakan sistem mata angin, pelayaran, astronomi, yang tidak akan terjadi tanpa hubungan transportasi satu-satunya yang dapat menghubungkan antar pulau yaitu laut. Kebudayaan yang terwujud ini adalah kebudayaan bahari .

Bahari, dalam kamus umum dinyatakan dengan arti zaman purbakala yang artinya dahulu kala . Menurut Lapian, dalam definisi ini terlihat bahwa zaman bahari merupakan sinonim dari zaman dahulu yang menurutnya sudah tentu salah krena bahari itu merupakan padanan kata dari kata “maritim” atu kelautan. Jadi jels terlihat perbedaannya.

Hubungan antara pulau-pulau itu terjadi lebih banyak karena hubungan ekonomi. Hal ini dikarenakan setiap daerah sudah pasti tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri dikarenakan keterbatasan sumber daya alam. Misal orang dari Indonesia bagian timur lebih sering membawa barang-barang seperti rempah-rempah yang akan mereka jual ke Jawa atau sebaliknya orang-orang Jawa yang sering membawa tenunan dan kerajianan yang nanti akan di jual secara langsung ke daerah lain, atau dengan perantara pedagang asing .

Perdagangan tidak terjadi dengan pihak yang berada dalam wilayah kepulauan yang akan disebut Indonesia ini saja. Maksudnya perdagangan pun sudah mengenal sistem ekspor dan impor. Ekspor dan Impor terjadi dengan melibatkan orang-orang non pribumi, seperti Eropa dan Asia daratan.

Masuknya perusahaan-perusahaan dagang di Nusantara tak pelak memberikan dampak positif dan negatif bagi pihak pribumi. Bagi asing, jelas bahwa Nusantara merupakan sumber dari komoditi yang laku di pasaran dunia. Sedang bagi pribumi jelas bahwa sistem yang dibawa membuat mereka harus beradaptasi lebih besar.

Dibalik itu semua, sistem perdagangan ini tak akan terwujud tanpa adanya sistem perdagangan modern yang dibawa oleh VOC. Suatu kongsi dagang yang akan membawa peta ekonomi nusantara yang tadinya bersifat subsisten menjadi sebuah industri penyedia barang ekspor-impor di dunia

B. Masuknya Bangsa Belanda ke Jawa
Pada 10 November 1509, Alfonso d’Albuquerque tiba di Goa dan menuntut agar Sultan Bijafur membuka Calicut membuka pelabuhan dan menjadi bandar utama perdagangan Portugis . Hal ini dimaksudkan Portugis ingin menjadikan Calicut sebagai markas utama untuk melakukan penyerangan ke Malaka . Portugis melakukan ini karena ia ingin menguasai jalur perdagangan rempah-rempah di Hindia

Pada tanggal 5 Juni 1596 sudah sangat diketahui bahwa itulah saat pertama kali bangsa Belanda menginjakkan kakinya di Jawa. Masuk melewati pantai barat Sumatra , Belanda akhirnya tiba di pantai ujung barat daya Jawa, sebuah kerajaan pesisir yang saat itu sedang memasuki zaman kejayaannya, Kerajaan Banten .
Orang-orang Belanda yang datang ke Jawa pada tahun itu berasal dari perusahaan Compagnie van Verre . Pelayaran itu memakan waktu 14 bulan, hampir dua kali lipat dari waktu yang sepenuhnya diperlukan. Dari 249 awak, 145 diantranya meninggal sebelum sampai di Timur dikrenaka tidak adanya pememimpinan dan navigasi yang cukup dalam perjalanan yang tak terduga ini. Bahkan ketika pulang kembali ke belanda, rombongan de Houtman hanya berhasil membawa 89 awak dan kapalnya menjadi hanya tiga buah .

Setelah mengalami kericuhan di Banten, de Houtman meninggalkan Banten dan menyusuri pantai utara Jawa. Sunda Kelapa, Sedayu, Madura sudah sempat ia susuri. Akhrinya ia pada tahun 1957, dengan sisa awak kapalnya, ia pulang ke Belanda dengan menunjukan bahwa ia sudah berhasil di Timur. Kesusksesan yang ditunjukan oleh de Houtman membuat banyak pedagang Belanda tergiur, yang akhrinya pada tahun 1598 mereka berangkat kembali ke Jawa dan dapat diketahui bahwa inilah awal akan didirikannya sebuah sistem negara kolonial yang bernama Hindia Belanda yang akan berada di dua kekuasaan yang berbeda, perusahaan VOC (Veregining Oost Compagnie), dan Belanda.


C. Berdirinya VOC
Melimpahnya sumber daya alam dan tawaran menggirukan dari para produsen di Indonesia, membuat para pedagang Belanda mengalami persaingan antar pedagang. Hal ini berakibat kalahnya pra pedagang Belanda melawan serangan Portugis. Hal tersebut menjadikan Belanda mendirikan sebuah kongsi dagang di Indonesia.

Kongsi dagang ini terbentuk karena persaingan antara para pedagang Belanda, contohnya pada saat itu ada empat perusahaan dagang dari Belanda yang bersaing di Banten. Persaingan di seluruh wilayah ini menyebabkan meningkatnya harga, sedangkan pasokan ke Eropa semakin meningkat, sehingga jumlah keuntungan berkurang

Pada bulan Maret 1602, berdirilah sebuah kongsi dagang pertama Belanda, yang bernama Verenigde Oostindische Compagnie (VOC). Pemerintah Belanda dalam hal ini Parlemen Belanda (Staaten Generaal) sendiri memberikan kuasa monopoli atas perdagangan Belanda di Indonesia .

VOC di dalamnya mewakili 6 daerah di Belanda, yang keenam daerah tersebut di wakili oleh seorang wakil di Belanda. Secara hak istimewa, VOC memiliki hak untuk memiliki tentara sendiri, memasuki kehidupan birokrat pribumi termasuk menaik atau menurunkan pejabat, serta menentukan harga komoditi di pasaran nusantara. Langkah awal yang dilakukan VOC adalah langsung mengadakan pengambil-alihan semua pabrik yang telah didirikan oleh pendahulu-pendahulu. Pabrik-pabrik itu berada di Banda, Ternate, Gresik, Patani, Aceh, Johor dan Banten .

Masa pemerintahan jan Pieterzoon Coen merupakan jman keemasan dari VOC sendiri. Kalau pada masa sebelumnya para gubernur jendral sedikit enggn menggunakan kekerasan dalam memperluas kekuasaannya, maka Coen tidak sama sekali . Coen mendapatkan mandat dari Heeren XVII untuk melakukan kekerasan.
Bahwa VOC tidak dapat menguasai perdagangan tanpa melakukan perang dan sebaliknya tidak bisa menguasai perang tanpa perdagangan

Apa yang dilakukan Coen untuk mencapai kesuksesan VOC? Di Maluku, VOC berhasil menerapkan monopoli rempah-rempah . Pada tahun 1620 VOC membantai semua penduduk Pulau Banda dan menggantinya dengan pra budak-budak yang didatangkan dari daerah lain .

Simpulan
Selanjutnya, semua kebijakan Coen akan diteruskan oleh para penggantinya. VOC sendiri nanti akn mendapatkan perlawanan dari kongsi dagang Inggris dan Portugis. Walaupun tidak memberikan efek yang besar. Sehingga VOC dapt mencengkramkn hegemoninya di Nusantara.

VOC sendiri akhirnya akan hancur pada tahun 1799, bersamaan dengan perang antara Belgia dan Belanda, sedang dari dalam Nusantara sendiri, isu korupsi, kepegawaian yang tidak mau di tempatkan di Nusantara sehingga VOC mencapai titik jenuhnya yang mengakibtkan Hindia Belanda harus jatuh ke tangan Perancis dan EIC dalam dua dasawarsa selanjutnya.

Bagaimanapun juga, VOC merupakan tonggak awal perekonomian modern di Nusantara, jasanya yang dikemas dalam perang-perang penaklukan di Indonesia menuai banyak darah dan sejarah mencatat itu semua.

Daftar Pustaka
Amal, M. Adnan. Portugis dan Spanyol di Maluku. 2009. Komunitas Bambu. Jakarta.
Vlekke, Bernard H.M. Nusantara Sejarah Indonesia. 2008. Kepustakaan Populer Gramedia. Jakarta
Lapian, Adrian B. Pelayaran dan Perdagangan Nusantra; Abad ke-16 dan 17. 2008. Komunitas Bambu. Jakarta
________________ Orang Laut, Bajak Laut, Raja Laut, Jakarta, Komunitas Bambu, 2009
Ricklefts, M.C. Sejarah Indonesia Modern. 2005. Serambi Ilmu Semesta. Jakarta

Buku pesta dan Cinta (bag 1)

Mahasiswa, Buku, Pesta dan Cinta

Universitas Indonesia, Universitas kami
Ibukota negara, pusat ilmu budaya bangsa
Kami Mahasiswa, perlambang cita
Kejar budi pekerti luhur, tuk nusa dan bangsa

Buku, pesta dan cinta
Sadar bertugas mulia, mahasiswa… (Genderang UI tahun 1960-an)


Memaknai apakah tugas mahasiswa di zaman postmodern ini seperti melihat sebuah ironi. Mahasiswa dihadapkan pada sebuah proses pengajaran yang bersifat (dikatakan) modern. Modern dengan pengajaran bersifat dua arah, penyelesaian masalah, dan susah payah. Mahasiswa di hadapkan pada sebuah pintu yang hanya bisa dibuka jika hanya lulus dengan memperoleh hasil nilai yang baik, dalam angka tentunya.

Bagaimana dengan gerakan mahasiswa? Matikah? Bagaimana orang-orang disana yang dikatakan sebagai pelaksana keinginan mahasiswa. Badan yang berasal dari mahasiswa, oleh mahasiswa dan untuk mahasiswa itu menaggapi sebuah gerakan atau minimal system pengajaran yang didapatkan. Mumpunikah mereka sehingga pantas dianggap sebagai pelaksana nafsu mahasiswa? Semahasiswa apakah mereka?

Mahasiswa, selalu diidentikan dengan tiga hal yang dikatakan keren. Intelektual, kedinamisan, dan pengabdian. Benarkah? Coba kita telusuri. Tanya pada seorang mahasiswa lama. Apa tujuan dia kuliah. Lalu tanya pada seorangmahasiswa baru yang masih “planga-plongo” terhadap universitas. Jawaban kedua jenis mahasiswa itu akan sama. Yaitu untuk mendapatkan pekerjaan, hidup dengan layak, lalu menikah, punya anak, dan semakin memenuhi Indonesia. Intelektualitas, itu ketika kuliah. Dinamis ketika sedang mencari pekerjaan, dan pengabdian masyarakat kalo ebetulan dapet bagian pekerjaan di bidang itu. Lalu kemanakah yang tiga awal disebutkan dalam paragraph ini. Hilang.

Buku, Pesta, Cinta.
Tiga buah kata yang muncul pada lagu Genderang UI itu sudah lama dihilangkan. Belum jelas apa maksud dihilangkannya. Mungkin tujuannya ingin menciptakan suasana kampus yang tidak hura-hura tapi akademis sehingga mudah dijadikan robot-robot untuk mengisi setiap lowongan kerja yang ada.

Buku, Pesta, dan Cinta memberikan sebuah makan ke-anak mudaan yang sesungguhnya. Buku pesta dan cinta selalu menjadi ciri khas dari pemuda-pemuda cerdas. Kok bisa seperti itu? Padahal sekilas, ketiga kata itu hanya menunjukan sebuah kata-kata yang sedang hangat-hangatnya dipopulerkan para orang tua, yaitu hedon atau pergaulan bebas. Sebuah statement tak beralasan.

Mari kita rekonstruksi lagi ketiga kata itu. Buku, menyatakan sebuah ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan didapatkan dari sebuah proses berpikir. Berpikir membutuhkan dua hal inti. Sumber ilmu pengetahuan dan alur berpikir logis. Dua hal inipun tidak terpisah, melainkan “hasil dari”. Alur berpikir logis kita dapatkan dari proses mempelajari sumber pengetahuan yang ada. Sumber pengetahuan ini memiliki dua syarat, yaitu harus memiliki tesis dan antitesis. Buku menyediakan itu semua, menyediakan makanan bagi laparnya sifat kritis kita. Syarat utama dalam mencari ilmu pengetahuan dari buku, bukanlah hanya membaca satu buah buku saja, atau membaca buku dengan sudut pandang yang sama. Hal ini karena jika kita melihat dari satu sisi saja, kita akan terjebak dalam pandangan dalam kotak. Kita tidak akan bisa menghasilkan sebuah sintesis dari apa yang kita gali. Tugas otak kita bukanlah menampung, melainkan berpikir. Sintesis akan dihasilkan bila melalui alur berpikir ogis yang tepat, alur berpikir empiris dan realistis. Sintesis yang kita hasilkan akan menghasilkan tesis baru yang akan terus diperdebatkan, itulah mengapa ilmu pengetahuan bersifat dinamis. Syarat lainnya adalah jika kita sedang mempelajari sebuah hal, kita harus menganggap bahwa kita adalah subjek sedang mempelajari sebuah objek apapun itu, dan harus menghilangkan rasa sentimen terhadap gagasan sang penulis yang biasanya dilatar belakangi oleh sentimen agama, suku dan ras.

(continue)

Sabtu, 22 Mei 2010

Peleg, dan Poucer

Gelak tawa menghiasi perjalanan pulang dari Ujung Genteng Sukabumi. Perjalanan yang memakan waktu 16 jam bolak-balik sampe gila. Tawa ini bukan karena kami gila, tapi karena sebuah publikasi yang menurut kami kocak namun sedikit menyentil terhadap kita sendiri.

Berempat kami menyusuri jalan raya Sukabumi-Ujung Genteng, motor melaju cepat, angin berhembus kencang sampai bibir bob berkibar-kibar. Hujan deras mengguyur perjalanan pulang kami. Sungguh suatu perjalanan yang menggetarkan hati. Lebay...

Bensin di motor menunjukan sudah habis. masuklah kita ke sebuah pom-poman bensin. Di depannya tertulis dengan sangat besar, Peleg motor serpis dan Jual Poucher HP...

Mahasiswa tugas, dan tugas.

Apa yang akan anda lakukan bila mendapat tugas? panikkah, ribetkah, atau santai kah. Apapun itu, lakukan saja, toh tidak akan menghilangkan efek shock pada diri sendiri.

Gua baru aja dapet minggu paling banyak tentang tugas. Sedikitnya bisa membuat gua yang otaknya di dengkul, naek sedikit ke perut. Efeknya seperti ini, pertama lutut gemeter, itu tanda bahwa otak kita sedikit bergerak dan akan melakukan migrasi. Paha gemetar merupakan kelanjutannya, tanda bahwa terjadi sebuah konflik nyata antara otak dan penghuni lama sekitar selangkangan. terakhir mules berkepanjangan, yang tandanya ada sebagian isi perut yang bergeser dengan adanya penghuni baru.

Yah, tugas memang tugas. Gak bisa jadi refresing.
Pilihannya cuma dua kok, it's so easy.

1. lulus dengan nilai minimum C+
2. lulus dengan nilai A, tapi harus ngulang dulu di tahun selanjutnya.

selamat mengerjakan tugas