A. Pendahuluan
Hubungan yang terjadi antara kerajaan-kerajaan yang berada di Nusantara tak pelak membuat terciptanya hubungan sosio-kultural, ekonomi, dan lainnya yang sangat erat dan secar tidak sadar membentuk suatu kesatuan secara keseluruhan di Nusantara . Hubungan ini tentu terjadi karena komunikasi yng sudah sangat efektif di masanya dalam menggunakan sistem mata angin, pelayaran, astronomi, yang tidak akan terjadi tanpa hubungan transportasi satu-satunya yang dapat menghubungkan antar pulau yaitu laut. Kebudayaan yang terwujud ini adalah kebudayaan bahari .
Bahari, dalam kamus umum dinyatakan dengan arti zaman purbakala yang artinya dahulu kala . Menurut Lapian, dalam definisi ini terlihat bahwa zaman bahari merupakan sinonim dari zaman dahulu yang menurutnya sudah tentu salah krena bahari itu merupakan padanan kata dari kata “maritim” atu kelautan. Jadi jels terlihat perbedaannya.
Hubungan antara pulau-pulau itu terjadi lebih banyak karena hubungan ekonomi. Hal ini dikarenakan setiap daerah sudah pasti tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri dikarenakan keterbatasan sumber daya alam. Misal orang dari Indonesia bagian timur lebih sering membawa barang-barang seperti rempah-rempah yang akan mereka jual ke Jawa atau sebaliknya orang-orang Jawa yang sering membawa tenunan dan kerajianan yang nanti akan di jual secara langsung ke daerah lain, atau dengan perantara pedagang asing .
Perdagangan tidak terjadi dengan pihak yang berada dalam wilayah kepulauan yang akan disebut Indonesia ini saja. Maksudnya perdagangan pun sudah mengenal sistem ekspor dan impor. Ekspor dan Impor terjadi dengan melibatkan orang-orang non pribumi, seperti Eropa dan Asia daratan.
Masuknya perusahaan-perusahaan dagang di Nusantara tak pelak memberikan dampak positif dan negatif bagi pihak pribumi. Bagi asing, jelas bahwa Nusantara merupakan sumber dari komoditi yang laku di pasaran dunia. Sedang bagi pribumi jelas bahwa sistem yang dibawa membuat mereka harus beradaptasi lebih besar.
Dibalik itu semua, sistem perdagangan ini tak akan terwujud tanpa adanya sistem perdagangan modern yang dibawa oleh VOC. Suatu kongsi dagang yang akan membawa peta ekonomi nusantara yang tadinya bersifat subsisten menjadi sebuah industri penyedia barang ekspor-impor di dunia
B. Masuknya Bangsa Belanda ke Jawa
Pada 10 November 1509, Alfonso d’Albuquerque tiba di Goa dan menuntut agar Sultan Bijafur membuka Calicut membuka pelabuhan dan menjadi bandar utama perdagangan Portugis . Hal ini dimaksudkan Portugis ingin menjadikan Calicut sebagai markas utama untuk melakukan penyerangan ke Malaka . Portugis melakukan ini karena ia ingin menguasai jalur perdagangan rempah-rempah di Hindia
Pada tanggal 5 Juni 1596 sudah sangat diketahui bahwa itulah saat pertama kali bangsa Belanda menginjakkan kakinya di Jawa. Masuk melewati pantai barat Sumatra , Belanda akhirnya tiba di pantai ujung barat daya Jawa, sebuah kerajaan pesisir yang saat itu sedang memasuki zaman kejayaannya, Kerajaan Banten .
Orang-orang Belanda yang datang ke Jawa pada tahun itu berasal dari perusahaan Compagnie van Verre . Pelayaran itu memakan waktu 14 bulan, hampir dua kali lipat dari waktu yang sepenuhnya diperlukan. Dari 249 awak, 145 diantranya meninggal sebelum sampai di Timur dikrenaka tidak adanya pememimpinan dan navigasi yang cukup dalam perjalanan yang tak terduga ini. Bahkan ketika pulang kembali ke belanda, rombongan de Houtman hanya berhasil membawa 89 awak dan kapalnya menjadi hanya tiga buah .
Setelah mengalami kericuhan di Banten, de Houtman meninggalkan Banten dan menyusuri pantai utara Jawa. Sunda Kelapa, Sedayu, Madura sudah sempat ia susuri. Akhrinya ia pada tahun 1957, dengan sisa awak kapalnya, ia pulang ke Belanda dengan menunjukan bahwa ia sudah berhasil di Timur. Kesusksesan yang ditunjukan oleh de Houtman membuat banyak pedagang Belanda tergiur, yang akhrinya pada tahun 1598 mereka berangkat kembali ke Jawa dan dapat diketahui bahwa inilah awal akan didirikannya sebuah sistem negara kolonial yang bernama Hindia Belanda yang akan berada di dua kekuasaan yang berbeda, perusahaan VOC (Veregining Oost Compagnie), dan Belanda.
C. Berdirinya VOC
Melimpahnya sumber daya alam dan tawaran menggirukan dari para produsen di Indonesia, membuat para pedagang Belanda mengalami persaingan antar pedagang. Hal ini berakibat kalahnya pra pedagang Belanda melawan serangan Portugis. Hal tersebut menjadikan Belanda mendirikan sebuah kongsi dagang di Indonesia.
Kongsi dagang ini terbentuk karena persaingan antara para pedagang Belanda, contohnya pada saat itu ada empat perusahaan dagang dari Belanda yang bersaing di Banten. Persaingan di seluruh wilayah ini menyebabkan meningkatnya harga, sedangkan pasokan ke Eropa semakin meningkat, sehingga jumlah keuntungan berkurang
Pada bulan Maret 1602, berdirilah sebuah kongsi dagang pertama Belanda, yang bernama Verenigde Oostindische Compagnie (VOC). Pemerintah Belanda dalam hal ini Parlemen Belanda (Staaten Generaal) sendiri memberikan kuasa monopoli atas perdagangan Belanda di Indonesia .
VOC di dalamnya mewakili 6 daerah di Belanda, yang keenam daerah tersebut di wakili oleh seorang wakil di Belanda. Secara hak istimewa, VOC memiliki hak untuk memiliki tentara sendiri, memasuki kehidupan birokrat pribumi termasuk menaik atau menurunkan pejabat, serta menentukan harga komoditi di pasaran nusantara. Langkah awal yang dilakukan VOC adalah langsung mengadakan pengambil-alihan semua pabrik yang telah didirikan oleh pendahulu-pendahulu. Pabrik-pabrik itu berada di Banda, Ternate, Gresik, Patani, Aceh, Johor dan Banten .
Masa pemerintahan jan Pieterzoon Coen merupakan jman keemasan dari VOC sendiri. Kalau pada masa sebelumnya para gubernur jendral sedikit enggn menggunakan kekerasan dalam memperluas kekuasaannya, maka Coen tidak sama sekali . Coen mendapatkan mandat dari Heeren XVII untuk melakukan kekerasan.
Bahwa VOC tidak dapat menguasai perdagangan tanpa melakukan perang dan sebaliknya tidak bisa menguasai perang tanpa perdagangan
Apa yang dilakukan Coen untuk mencapai kesuksesan VOC? Di Maluku, VOC berhasil menerapkan monopoli rempah-rempah . Pada tahun 1620 VOC membantai semua penduduk Pulau Banda dan menggantinya dengan pra budak-budak yang didatangkan dari daerah lain .
Simpulan
Selanjutnya, semua kebijakan Coen akan diteruskan oleh para penggantinya. VOC sendiri nanti akn mendapatkan perlawanan dari kongsi dagang Inggris dan Portugis. Walaupun tidak memberikan efek yang besar. Sehingga VOC dapt mencengkramkn hegemoninya di Nusantara.
VOC sendiri akhirnya akan hancur pada tahun 1799, bersamaan dengan perang antara Belgia dan Belanda, sedang dari dalam Nusantara sendiri, isu korupsi, kepegawaian yang tidak mau di tempatkan di Nusantara sehingga VOC mencapai titik jenuhnya yang mengakibtkan Hindia Belanda harus jatuh ke tangan Perancis dan EIC dalam dua dasawarsa selanjutnya.
Bagaimanapun juga, VOC merupakan tonggak awal perekonomian modern di Nusantara, jasanya yang dikemas dalam perang-perang penaklukan di Indonesia menuai banyak darah dan sejarah mencatat itu semua.
Daftar Pustaka
Amal, M. Adnan. Portugis dan Spanyol di Maluku. 2009. Komunitas Bambu. Jakarta.
Vlekke, Bernard H.M. Nusantara Sejarah Indonesia. 2008. Kepustakaan Populer Gramedia. Jakarta
Lapian, Adrian B. Pelayaran dan Perdagangan Nusantra; Abad ke-16 dan 17. 2008. Komunitas Bambu. Jakarta
________________ Orang Laut, Bajak Laut, Raja Laut, Jakarta, Komunitas Bambu, 2009
Ricklefts, M.C. Sejarah Indonesia Modern. 2005. Serambi Ilmu Semesta. Jakarta
Jumat, 04 Juni 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar