Jumat, 21 Januari 2011

Buku pesta dan Cinta (bag 2)

Melanjutkan pembicaraan mengenai Buku Pesta dan Cinta. Kita akan membahas hal kedua dalam dunia manusia yaitu pesta. Pesta yang sering diparadigmakan sebagai waktu bersenang-senang dan berfoya-foya. Pesta dijadikan sebuah identitas buruk dalam sebuah habitat manusia. Pesta, sebenarnya tak lebih dari sebuah kata yang digunakan untuk menggambarkan suatu suasana dan suasana yang di gambarkan adalah suasana penuh makanan, minuman, teriak, musik dan kebisingan yang penuh kebahagiaan. Ini merupakan pembentuk paradigma terhadap pesta.

Pesta, mesti kita lhiat dari isi substansinya. Pesta merupakan suatu waktu dimana manusia dan manusia lainnya bertemu dalam satu kesatuan wilayah. pesta memungkinkan manusia melakukan transaksi apapun. Transaksi makanan, minuman, sampai ranjang. Perlu diketahui, pesta dalam konteks lagu mahasiswa UI saya ibaratkan sebagai bertemunya manusia dan manusia lain (dalam hal ini mahasiswa) dalam suasana menyenangkan. Menyenangkan dalam artian tertentu tergantung subjektif orang. Pertemuan antara manusia ini memungkinkan transfer wawasan sampai gebetan. Ini yang akan menjadikan manusia menjadi makhluk sosial. Pesta merupakan alur paling mudah melihat mana yang sangat anti sosial mana yang supel da mana yang keterlaluan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar